Korupsi Dana Desa di Sragen

Kades Mojorejo Diduga Selewengkan Dana Desa

eSKaHa – Sragen | Beredar data penyelewengan dana desa Tahun Anggaran 2015 di mana Kades Mojorejo, Karang Malang, Sragen Agus Wiyono diduga menyelewengkan dana desa tersebut ketika dibandingkan dengan pelaksanaannya di lapangan.

Data yang diperoleh eSKaHa, ada tiga titik penerima bantuan yang masing-masing nilai kerugiannya Rp. 21.361.365,00 di dukuh Tengklik, Rp. 14.766.350,00 di dukuh Panji, dan Rp. 9.486.800,00 di  dukuh Ngepung. Total dana yang diduga diselewengkan kades yang pernah kerja di Korea ini senilai  Rp. 45.614.515,00.

Modus penyelewengan yang dilakukan adalah kades menyerahkan sendiri bantuan tersebut dan kuitansi ditulis tangan sendiri oleh kades tanpa sepengetahuan bendahara desa. Hal janggal lain adalah bendahara desa tanda tangan kuitansi dalam keadaan sudah terjadi serah-terima nilainya sesuai dalam anggaran tapi yang diserahkan berbeda dengan nilai dalam anggaran.

Indikasi penyimpangan ini dikuatkan dengan pernyataan salahsatu penerima bantuan dana desa tahap ke-2 yang diperuntukkan untuk pembangunan gorong-gorong dukuh Ngepung. Dalam LPJ tertulis Rp. 20 juta namun yang diserahkan kepada Slamet selaku ketua RT hanya 10 juta.

“Leres, enggih (betul, iya, red)”, Slamet membenarkan bahwa dia menerima bantuan dana desa senilai 10 juta yang langsung diserahkan oleh kades.

Slamet juga membenarkan bahwa ia tanda tangan di kuitansi yang ditulis sendiri oleh kades. Saat ditanya apakah dia mengetahui bahwa anggaran sebenarnya adalah 20 juta ia menegaskan bahwa tidak mengetahuinya.

“Ya tidak tau, tau-tau dah diserahkan ke masyarakat”, ujar Ketua RT 26 Ngepung ini.

Salahsatu warga Mojorejo, Marjono yang dihubungi eSKaHa membenarkan dugaan penyelewengan tersebut.

“Iya mas, memang benar ada”, ungkapnya tanpa mau memperinci lebih lanjut penyelewengan dimaksud.

Senada dengan Marjono, Bendahara Desa Mojorejo, Sudarsono membenarkan bahwa ketiga bantuan yang diduga diselewengkan oleh kades diserahkan sendiri oleh kades dengan kuitansi yang ditulis tangan oleh kades. “Iya benar begitu”, tegasnya dan keberatan untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Sumber terpercaya eSKaHa di desa Mojorejo mengungkapkan bahwa penyelewengan yang dilakukan oleh kades tidak hanya Dana Desa tahun anggaran 2015 saja tapi juga potongan Bantuan Keuangan Khusus yang nilainya mencapai 50 persen dari nilai yang seharusnya diterima.

“Itu BKK tahun anggaran 2016, sekarang kasusnya sudah ditangani kejaksaan (kejaksaan negeri Sragen, red)”, tuturnya kepada eSKaHa.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kekesalan warga sudah memuncak terkait dengan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh kades.

“Pemerintah sedang getol mengawasi dana desa, tapi kades malah se-enaknya menyalahgunakan wewenangnya untuk keuntungan sendiri”, ungkap aktivis yang sering bersuara lantang terkait permasalahan di Mojorejo ini.

Agus Wiyono, Kades Mojorejo yang dihubungi melalui ponselnya tidak mengangkat 3 kali panggilan dari eSKaHa. Permintaan klarifikasi melalui pesan singkat whatsapp hanya dibaca saja tanpa memberikan keterangan apa pun.

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment