Seleksi Perangkat Desa Sukoharjo 2017

Elemen Masyarakat Sugihan Tolak Hasil Seleksi Perangkat Desa dan Menuntut Seleksi Ulang

eSKaHa – Sukoharjo | Agus Sukito, (35 tahun) secara terbuka menolak hasil seleksi perangkat desa Sugihan 2017 karena terindikasi banyak sekali indikasi kecurangan yang terjadi selama proses seleksi.

Pertama, pendaftaran yang seharusnya sampai dengan tanggal 10 Desember 2017 tapi tanggal 6 Desember 2017  sudah ditutup. Menurut aktivis Komunitas Juang ini, penutupan pendaftaran yang tidak sesuai dengan aturan main ini jelas merugikan hak warga sugihan pada umumnya untuk ikut berkompetisi.

“Yang kedua, peserta disuruh tandatangan di atas materai pernyataan bahwa peserta harus menerima seluruh hasil keputusan panitia seleksi perangkat desa Sugihan”, tegas lulusan STMIK AUB ini.

“Padahal di daerah lain tidak ada dan aturan juga tidak mengharuskan adanya surat pernyataan ini”, ujarnya.

Masih menurutnya, indikasi ketiga adalah seleksi tertulis yang dianggap sangat-sangat tidak transparan karena pengumuman yang tidak disertai dengan nilai hasil ujian.

Lain lagi, dengan yang diungkapkan oleh Supardi (51 tahun), seorang warga Sugihan lainnya. Menurutnya, banyak sekali intrik dan kejadian tidak lazim seputaran sebelum, selama, dan keluarnya hasil pengumuman.

“Pengembalian uang dari kepala desa kepada Narwan , seorang calon yang tidak lulus”, ungkap Supardi

Pernyataan ini terkonfirmasi dari pengakuan Narwan bahwa jauh sebelum proses seleksi perangkat desa dirinya sudah dimintai uang kurang lebih 60 jutadan dijanjikan akan diangkat sebagai Kaur.

“Itu tidak tidak langsung 60 juta, tapi bertahap mas dan saya masih punya catatannya”, jelas Narwan.

Sumber terpercaya eSKaHa di pemerintah desa Sugihan menambahkan bahwa masih ada lagi angka sekitar 30 juta dari proyek dana desa yang dikerjakan Narwan tanpa dibayar sebagai tambahan dari 60 juta sebelumnya.

Kepala Desa Sugihan, Edi Hantaka membantah keterangan Narwan. Ia tidak pernah merasa meminta uang kepada Narwan.

“Tidak, tidak ada itu”, sergah Edi Hantaka.

Lebih lanjut, Supardi mengungkapkan kejadian tidak lazim lainnya terkait dengan bahwa Kepala Desa didenda 20 juta oleh Marwan, orang tua salahsatu calon sebesar 20 juta dan disanggupi 12 juta.

Pernyataan ini di-iyakan oleh Edi Hantaka.

“Iya, iya, iya mas”, jawab Edi melalui sambungan teleponnya.

Senada dengan Agus Sukito, pria yang akrab disapa Genjleng ini juga menolak hasil seleksi perangkat desa Sugihan  dan meminta dilakukan seleksi ulang.

“Apa-apaan ini, kalau lurah tidak ada masalah kenapa mau didenda. Saya menolak dan harus dilakukan seleksi ulang”, tegas wakil sekretaris PAC PDI Perjuangan Bendosari ini.

Ketua Panitia seleksi perangkat desa Sugihan, Puriyanto enggan berkomentar terkait dengan polemik ini. Dihubungi eSKaHa melalui ponselnya, ia justru membantah rumor uang 150 juta yang diminta kepala desa kepadanya terkait pengangkatannya sebagai sekretaris desa Sugihan dari posisi sebelumnya Kaur Pemerintahan.

“Tidak ada tidak ada uang mas”, pungkas Puri

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment