Seleksi Perangkat Desa Sukoharjo 2017

Purnomo Kecewa, Nomor Ujian Dinyatakan Lulus Tapi yang Tercantum Bukan Namanya

eSKaHa – Sukoharjo | Purnomo, 37 tahun warga Gentan, Bendosari mengaku kecewa dengan hasil pengumuman seleksi tertulis pengisian lowongan perangkat desa yang di-ikutinya (14/12/2017).

Kekecewaan ini bermula dari pengumuman kelulusan seleksi tertulis yang dilakukan di tingkat Desa Gentan Kecamatan Bendosari. Purnomo mengikuti ujian tertulis dengan nomor ujian 2 dan pada saat pengumuman nomor ujian 2 dinyatakan lulus.

“Pada awalnya saya senang mas, karena nomor ujian saya (2, red) dinyatakan lulus, tapi kenapa yang tercantum bukan nama saya”, jelasnya kepada eSKaHa (14/12/2017).

Pria yang akrab disapa Nomblock ini menyayangkan sikap panitia penyelenggara seleksi yang terkesan tidak profesional.

“Kalau profesional tentu hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi, karena di lembar jawab kan jelas saya cantumkan nomor ujian dan nama saya,” tanya Purnomo dengan nada kesal.

Purnomo kemudian menjelaskan indikasi lain tidak profesionalnya panitia dalam penyelenggaraan terkait dengan lembar jawab.

“Soal ada 100 lengkap, anehnya di lembar jawab nomor 36-40, dan 76-80 tidak ada tempat untuk menjawab”, terang pemain campursari ini.

Purnomo menduga bahwa terkait lembar jawab yang seperti ini kalau tidak jeli bisa saja peserta menjawab tanpa memperhatikan nomor urut soal dan jawaban.

Ketua Tim Seleksi Perangkat Desa Gentan, Daryatmo yang dihubungi eSKaHa di kantornya menyatakan bahwa kesalahan ini sudah diklarifikasi kepada yang bersangkutan (Purnomo, red).

“Tadi sudah diklarifikasi, tidak hanya di sini juga di kecamatan bahwa yang dianggap sah adalah nama yang tercantum”, terang Sekretaris Desa Gentan ini.

Pernyataan ini dibantah Purnomo, karena waktu meminta kejelasan permasalahan ini di balai desa justru ia disuruh minta klarifikasi kecamatan,” sergah lelaki yang juga berprofesi sebagai teknisi komputer ini.

Senada dengan Daryatmo, Kepala Desa Gentan, Hartanto menyatakan bahwa yang dianggap sah adalah nama yang tercantum bukan nomor ujian.

“Yang dipakai nama yang tercantum mas”, jawabnya.

Sampai berita ini dimuat, Camat Bendosari Sukito belum bisa dimintai klarifikasi. Tiga kali sambungan telepon eSKaHa tidak dijawab, demikian juga pesan whatsapp dari eSKaHa hanya dibaca saja.

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment