Polres Sukoharjo Peduli Pendidikan

Polsek Polokarto Gandeng Muspika Sambangi Pondok Pesantren Bekali Materi Kebangsaan

eSKaHa – Sukoharjo | Mengejawantahkan progam Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, SIK., MH., M.Si. berupa Polisi Peduli Pendidikan, Polsek Polokarto menggandeng unsur Muspika memberikan pembinaan dan penyuluhan berupa Materi Kebangsaan pada Pondok Pesantren Ulul Albab, Tulakan-Godog, Polokarto, Sukoharjo (27/07/2017).

Hadir pada acara ini, Kapolsek Polokarto AKP Banuari, Danramil 11 Kapten Infantri Suyadi, Camat Polokarto Pardi, S.Sos, Pimpinan sekaligus pembina Ponpes Ulul Albab Ustadz Soimin, beberapa staf pengajar ponpes dan para santri.

Acara pembinaan dan penyuluhan ini mengambil tema Peran Pondok Pesantren dalam Memperkokoh Kebinekaan dan Cinta Tanah Air.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Anwar Hamdan pada pukul 09.00 WIB kemudian dilanjutkan sambutan Kapolsek Polokarto, AKP Banuari.

Dalam sambutannya, Banuari mengucapkan terimakasih atas kesediaan pihak ponpes turut menyukseskan acara ini. Kapolsek juga menyinggung mengenai pluralisme atau keberagaman yang ada di Indonesia dan mengajak kepada seluruh komponen bangsa, utamanya warga ponpes untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Indonesia adalah negara yang berbhineka tunggal, namun tetap satu jua, kita sepakati bahwa NKRI harga mati” tegas Perwira yang sebelumnya dinas di Papua ini.

Kesempatan selanjutnya sebagai pemateri adalah Iptu Siswanto, SH., MH., Kanitreskrim Polsek Polokarto yang membahas mengenai kenakalan remaja. Pada intinya kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, dan atau hukum dalam suatu masyarakat yang dilakukan oleh remaja.

“Jangan lengah, bangsa kita kaya raya dan banyak pihak yang ingin menguasai Indonesia dengan berbagai cara,” tegas Siswanto.

Kapten Infanteri Suyadi, Danramil 11 Polokarto sebagai pembicara selanjutnya membahas mengenai wawasan kebangsaan kebangsaan. Suyadi menekankan perlunya menjaga persatuan dan kesatuan, konteks NKRI yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan, dan perlunya kesadaran dalam memperingati hari kemerdekaan.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Sebagai santri menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban dan mengetahui sejarah berdirinya bangsa ini adalah sebuah keharusan,” tegas Suyadi.

Lepas danramil memberikan materi, Camat Polokarto, Pardi, S.Sos menjadi pembicara selanjutnya. Mantan Sekcam Grogol ini menekankan bahwa para santri adalah generasi penerus bangsa, harus memiliki wawasan yang luas, dan perlunya keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum.

“Kelak, anda-anda ini yang menggantikan estafet perjuangan mengisi kemerdekaan. Bekali diri dengan kapasitas dan kapabilitas supaya negara ini tetap eksis dan diakui oleh negara lain.” tegas Pardi.

Muspika Polokarto dan Pimpinan Ponpes Ulul Albab

Muspika Polokarto dan Pimpinan Ponpes Ulul Albab

Kesempatan terakhir diberikan kepada Ustadz Soimin selaku pimpinan dan pengasuh Ponpes Ulul Albab. Dalam sambutannya, Ustadz Soimin mengucapkan terimakasih atas kegiatan binluh yang dilakukan oleh Polsek bekerjasama dengan Muspika Polokarto ini.

Soimin kemudian menjelaskan bahwa salahsatu tujuan Ponpes Ulul Albab adalah membentuk generasi muda yang Hafidz Al Quran dan mampu mengamalkan, membentuk kemandirian para santri agar ketika terjun di masyarakat mampu survive dengan segala kondisinya.

Setelah penyerahan tali asih dari Polsek Polokarto kepada pihak ponpes, acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Bibit Mudakir.

Para santri nampak antusias mengikuti acara ini terlihat dari sejak awal sampai berakhirnya acara tetap tenang dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan oleh pembicara.

Ditemui di lokasi kegiatan, Kapolsek Polokarto AKP Banuari, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, SIK., MH., M.Si., menyampaikan kegembiraan atas berlangsungnya acara ini secara aman dan lancar.

Banuari juga menyampaikan bahwa acara yang berlangsung selama dua jam ini merupakan salahsatu bentuk pelaksanaan program eksternal Kapolres, yaitu peduli pendidikan.

“Ada lima program eksternal, polisi peduli pendidikan, peduli pengangguran, peduli kesehatan, polisi cilik, dan polisi peduli lingkungan dan pariwisata,” pungkas Banuari kepada eSKaHa.

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment