Kenakalan Siswa di Lingkungan Sekolah

Jam Sekolah Bawa Motor, Siswa Berseragam MIN Telukan Kedapatan Merokok

eSKaHa – Sukoharjo | Mengendarai sepeda motor matic Honda Beat, berboncengan dan tidak mengenakan helm, 2 orang siswa mengenakan seragam hijau pupus berhenti di sebelah barat Hotel Grand Amanda, Grogol Indah, Sukoharjo, yang lazim disebut Kali Mati. Waktu menunjukkan pukul 08.40 WIB dan suasana di situ memang relatif sepi (20/07/2017).

Siswa yang membonceng kemudian memarkir motornya dan duduk di atas motor, mengambil sesuatu dari saku yang kemudian diketahui rokok dan menyalakan rokok tersebut. Anak satunya yang dibonceng, agak malu-malu sembunyi di balik sepeda motor sesaat kemudian juga menyalakan rokoknya.

Sekira 10 menit kemudian menyusul tiga sepeda motor dan dua sepeda ontel yang tidak berboncengan, dengan rata-rata usia sebaya mengenakan seragam batik merah ikut bergabung.

Saat didekati eSKaHa, ditanyai di mana sekolahnya beberapa anak kelihatan gugup dan salah tingkah. Seorang anak yang berbaju batik merah menjawab.

“SMP 3 Grogol (SMP Negeri 3 Grogol, red) pak”, jawabnya dengan mimik ketakutan.

Anak yang nongkrong di atas sepeda motor kemudian membuang rokoknya, men-stater sepeda motor di-ikuti teman-teman lainnya ketika eSKaHa menanyakan identitas anak-anak tersebut.

Seorang tokoh masyarakat Desa Telukan, Agus SW menyatakan bahwa seragam hijau pupus yang dipakai anak tersebut adalah seragam Madrasah Ibtidaiyah Negeri Telukan.

“Kalau gak salah MIN Nglawu (Telukan, red), seragam Rabu dan Kamis. Tapi terkait siswanya bisa ditanyakan langsung ke sekolah yang bersangkutan”, jelasnya kepada eSKaHa.

Pemilik pangkalan LPG ini kemudian menceritakan bahwa tempat tersebut memang biasanya digunakan anak-anak yang bolos sekolah untuk kumpul-kumpul.

“Yang bolos biasanya anak-anak SMP, kalau yang SD biasanya pas jam istirahat”, tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukoharjo, Martono mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini.

“Saya prihatin, dan ini menjadi tanggung jawab kita semua karena kualitas generasi muda akan menentukan kualitas masa depan bangsa”, ujarnya kepada eSKaHa.

Pemilik Yayasan Pendidikan Martha Abadi ini menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, dan lingkungan sosial dalam melakukan pengawasan secara melekat pada siswa didik.

“Ironis, kalau ternyata benar itu adalah siswa dari sekolah yang menjunjung tinggi nilai agama”, sesalnya.

Lebih lanjut ia berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama kemenag dan dinas pendidikan agar bentuk-bentuk kenakalan siswa seperti ini bisa diminimalisir semaksimal mungkin.

“Para guru harus lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan memberikan arahan kepada siswanya terkait resiko penyimpangan dan kenakalan dengan berbagai manifestasinya”, pungkas anggota dewan yang juga pemerhati masalah pendidikan ini.

Sampai berita ini dimuat, pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri Telukan maupun SMP Negeri 3 Grogol belum bisa dimintai konfirmasi.

Terkait Siswa Merokok, Ini Klarifikasi Pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri Telukan

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment