Kisah Pilu Sopir Bajaj asal Sukoharjo

Bajaj Majikan Raib, Wiji Dipaksa Ngangsur Sampai Lunas

eSKaHa – Jakarta | Wiji (55 tahun), sopir bajaj asal Sanggang, Sukoharjo hanya bisa tertunduk lemas mengetahui bajaj B 4728 TZA yang biasa dia operasikan raib dari tempat parkir biasanya, jam 5 pagi saat ia hendak berangkat kerja seperti biasa (16/11/2016).

Suami Giyem (53 tahun) ini mengaku heran kenapa bajaj tersebut bisa hilang. Ia kemudian menceritakan bahwa selain kunci pengaman standar, masih ada lagi kunci stang menggunakan gembok di bajaj yang raib tersebut.

Selain pengamanan berlapis tersebut, Wiji juga membayar uang keamanan kepada Umar (40 tahun) yang dianggap sebagai orang yang menguasai wilayah  Kelurahan Kedoya Utara dan juga menjadi keamanan di situ. Kebetulan umar juga melayani jasa tambal ban sampai pagi.

“Bang Umar bilangnya jam 2 masih ada”, jelas Wiji kepada eSKaHa menirukan penjelasan Umar.

Selanjutnya, Wiji segera memberitahu majikannya, Suprapto atas kejadian tersebut.

“Ekspresi Pak Prapto biasa saja, tidak kaget. Dia nyuruh untuk segera lapor ke polisi”, jelas bapak dari 3 anak ini sambil menambahkan bahwa Suprapto juga seorang polisi, hanya saja Wiji tidak mengetahui detail pangkat dan tempat dinasnya.

Selanjutnya Wiji dengan diantar anak kedua Suprapto bernama Agung (25 tahun) yang kebetulan juga anggota polisi membuat laporan ke Polres Jakarta Barat dan ditolak karena tidak membawa BPKB (bajaj masih kredit dan baru berjalan 6 angsuran dari 36 yang disepakati, red).

“Saya kemudian ke koperasi tempat kredit bajaj diantar anak pertama Pak Prapto bernama Pandu untuk meminta surat keterangan untuk bahan laporan ke polisi dan kembali melaporkan kehilangan itu. Tapi bukan ke Polres Jakarta Barat, melainkan ke Polsek Kebon Jeruk.” ungkap Wiji.

Wiji kemudian mendapat penjelasan bahwa besuk Selasa (22/11/2016) jam 10 siang akan diperiksa di Polsek Kebon Jeruk bersama Umar.

“Saya pengin berangkat bersama Bang Umar, tapi dia bisanya sore katanya.” tandas Wiji.

Sehari kemudian, (17/11/2016), Wiji disuruh membuat pernyataan oleh Suprapto bahwa Wiji akan menanggung separuh nilai angsuran sampai lunasnya bajaj tersebut (30 angsuran, red).

Lebih aneh lagi, hanya berselang satu hari, Suprapto membatalkan pernyataan Wiji tersebut dan memaksa Wiji untuk membuat pernyataan lagi bahwa seluruh angsuran menjadi tanggung jawab Wiji sampai lunas.

Informasi yang dihimpun eSKaHa, nilai angsuran per bulan bajaj tersebut adalah 2,67 juta dan masih 30 angsuran lagi.

“Kali kedua membuat pernyataan, saya minta belas kasihan supaya jangan semuanya, tapi Pak Prapto bilang kalau saya gak mau ngangsur urusannya lain, urusannya saya ke pengadilan, saya hanya bisa manut (menuruti, red).” imbuhnya.

Dihubungi beberapa kali, ponsel Suprapto tidak aktif, eSKaHa belum bisa mendapatkan konfirmasi dari majikan Wiji ini.

Baca:

Pernyataan Agung Terkait Raibnya Bajaj

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment