Kasus Penistaan Agama

Klarifikasi Faiz Baraja Terkait Kasus Penyobekan Al Quran di Solo

eSKaHa – Solo | Faiz Baraja, pelapor kasus penyobekan Al Quran yang diduga dilakukan oleh AH (35 tahun) ke Polresta Solo yang kemudian karena kasus dianggap sensitif diambil alih oleh Polda Jateng memberikan klarifikasi perkembangan kasus yang dilaporkannya kemarin (01/11/2016).

Berikut ini 5 poin klarifikasi Faiz Baraja yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp Messenger kepada eSKaHa.

Bismillah

  1. Kita tidak bisa memilih mau dilahirkan dari keturunan siapa.. Arab, China, Jawa, Batak, dll.
  2. Kejadian perobekan AlQuran kemarin di Solo, pelakunya china bukan muslim, yang melaporkan justru china muslim, jadi permasalahannya bukan di China / Jawa / Arab
  3. Kasus di Solo tidak ada kaitannya dengan kasus Jakarta, motifnya cinta ditolak.. Bukan politik.. Jadi jangan dikaitkan.
  4. Apresiasi buat Polres Surakarta dan Polda Jateng yang sukses menangani kasus penistaan agama dengan cepat dan tanggap. Senin ditangkap, Selasa sudah turun surat penangkapan dan sudah resmi ditahan.
  5. Semoga Polda Metro Jaya dan Mabes Polri tersemangati dengan cepat tanggapnya Polda Jateng dalam menangani kasus penistaan agama. Mengingat jenis penistaan justru lebih berat kasus Surakarta, dimana pelaku merobek robek mushaf alQuran.

Klarifikasi ini disampaikan Faiz menanggapi berita simpang-siur yang berkembang terkait kasus yang dilaporkannya tersebut.

Faiz juga meminta agar klarifikasinya tersebut disampaikan secara utuh tanpa ditambahi atau pun dikurangi agar tidak menimbulkan penafisiran yang bisa menimbulkan bibit konflik di wilayah Solo.

“Kasus ini tidak ada kaitannya dengan kasus Jakarta, motifnya murni karena cinta yang ditolak,” tegas Faiz.

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment