Korupsi Dana Infrastruktur Desa

Diduga Korupsi 330 Juta, Kades Glagahwangi Dilaporkan ke Kejaksaan

eSKaHa – Klaten |Tujuh warga desa Glagahwangi melaporkan Kades mereka, Wuryanto yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana infrastruktur desa tahun anggaran 2014 dan 2015 senilai kurang lebih 330 juta.

Ir. Puspito, Joko Madu Wiyoto S. Kar., M. Hum., Joko Widodo, Agus Sudirman, Jeyono, Mariman, dan Agus Harsono melaporkan indikasi korupsi ini ke kejaksaan negeri Klaten pada tanggal 8 Juni 2016.

“Ada 12 item yang dalam hitungan kami berpotensi merugikan negara Rp. 336.359.966,00”, jelas Agus Harsono mewakili rekan pelapor lainnya kepada eSKaHa (19/10/2016).

Agus menyatakan sudah menerima surat dari komisi kejaksaan Jakarta tertanggal 16 Juni 2016 bernomor B-295/SKK-Yanis/06/2016 yang menyatakan bahwa laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan.

“Saya dan 3 rekan lainnya (Ir. Puspito, Joko Madu Wiyoto S. Kar., M. Hum., dan Joko Widodo, red) sudah diperiksa kejaksaan untuk dimintai keterangan”, lanjut Agus Harsono.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Klaten, Nurul Anwar membenarkan adanya laporan dugaan korupsi yang dilakukan oleh kades Glagahwangi.

“Sudah kita terima, dan kita tindaklanjuti dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait”, ungkap Anwar kepada eSKaHa (19/10/2016).

Saat ditanya apakah akan segera memeriksa Wuryanto, Anwar menjelaskan bahwa proses akan tetap berjalan dan akan mengarah ke pemeriksaan Wuryanto.

“Kita mulai dari pinggir-pinggir dulu, kalau sudah cukup alat bukti baru kita periksa yang bersangkutan”, terang Anwar.

Sementara itu, Kades Glagahwangi, Wuryanto belum bisa dimintai klarifikasinya terkait dugaan korupsi ini. Dihubungi melalui ponselnya tidak aktif, pesan pendek eSKaHa juga belum dibalas sampai berita ini ditulis.

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment