Ada Tidaknya kata “pake” Tidak Menghapus Substansi Penistaan Agama

Buni Yani: Saya Menghilangkan Satu Kata, bukan Mengakui Kesalahan!

eSKaHa – Jakarta | Buni Yani, pengunggah ulang video pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membantah pembentukan opini salahsatu media online yang mengutip pernyataan-nya di Indonesian Lawyers Club (11/11/2016) tanpa meminta klarifikasi terhadap dirinya.

Buni Yani menilai, pembentukan opini itu sangat merugikan dirinya dan upaya penegakan hukum pada kasus dilaporkannya Ahok ke Mabes Polri terkait penistaan agama.

“Yang saya akui adalah hilangnya kata “pake” bukan saya mengakui bahwa mengunggah ulang video tersebut sebagai kesalahan. Kemerdekaan berpendapat dijamin dalam pasal 28 Undang Undang Dasar 1945″, jelasnya kepada eSKaHa (12/10/2016).

Menurutnya, framing “Buni Yani Mengakui Kesalahan” ini sangat berbahaya karena akan memunculkan premis bahwa Ahok tidak melakukan kesalahan terkait dengan penistaan agama dan sangat mungkin akan sampai pada simpulan publik bahwa “Buni Salah, Ahok Benar, dan Ahok Tidak Melakukan Penistaan Agama”.

“Saya ingin menegaskan bahwa dengan atau tidak menggunakan kata “pake“, pernyataan Pak Gubernur, (Ahok, red) secara semantik tidak menghilangkan substansi penistaan agama yang dilakukannya”, pungkas Buni.

Baca:

Demo 4 November Bukan Hanya Urusan FPI dan Ahok

Surat Terbuka Kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Facebook Comments

Related Posts

83 Comments

Add Comment