Korupsi Seragam SMP

Kasus Seragam, Bupati Klaten Enggan Berkomentar

eSKaHa – Klaten | Sejak eSKaHa menerbitkan temuan FORKAPI terkait indikasi ketidakberesan pengadaan seragam SMP yang diduga melibatkan salahsatu oknum pejabat dinas pendidikan (28/09/2016), Bupati Klaten, Sri Hartini sama sekali belum memberikan tanggapan.

Dihubungi melalui ponselnya, hanya dijawab singkat oleh ajudan bahwa bupati sedang rapat paripurna (30/09/2016). Sore harinya masih di hari yang sama, pesan pendek yang dikirimkan eSKaHa juga tidak mendapatkan respon dari bupati.

Handrianto, Koordinator FORKAPI mengaku sangat kecewa dengan sikap bupati yang terkesan lamban menindaklanjuti permasalahan yang menimpa anak buahnya.

“Idealnya, pemimpin bisa melakukan supervisi dalam pengertian membimbing dan mengarahkan. Kalau memang anak buah berlaku salah, segera ditegur, dibina supaya tidak keluar dari tupoksi jabatan si oknum”, ungkapnya.

Menurut Handrianto, wibawa bupati akan tergerus oleh ulah anak buah yang menyalahgunakan wewenang dan tidak segera diberikan tindakan tegas terhadapnya. Di samping tentu juga akan menjadi preseden buruk bagi upaya clean government di kota bersinar ini.

Meski demikian, aktivis yang akrab dipanggil Antok ini berharap bahwa sikap diam bupati ini bukan berarti tidak peduli namun sedang berpikir bagaimana mencari solusi atas permasalahan ini.

“Saya berprasangka baik, tapi ya coba kita lihat saja nanti”, ujarnya.

Seperti diberitakan eSKaHa sebelumnya, oknum pejabat dinas pendidikan Klaten berinisial TH diduga menyalahgunakan wewenang dengan cara memberi arahan secara lisan kepada kepala sekolah SMP negeri di wilayah klaten sehingga ada markup harga seragam senilai kurang lebih 4 milyar.

Baca: Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Klaten Main Proyek Seragam

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment