Korupsi Pengadaan Seragam SMP

Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Klaten Main Proyek Seragam?

Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten kembali diterpa isu tidak sedap. Ada indikasi markup harga seragam untuk siswa baru SMP tahun ajaran 2016/2017 yang dinilai tidak wajar dengan selisih angka yang sangat fantastis, 4 Milyar.

Ditemui eSKaHa (28/08/2016), FORKAPI membeberkan temuan yang merupakan hasil investigasi komparasi harga ke toko Tekstil di wilayah Solo yang diduga bekerjasama dengan oknum pejabat dinas pendidikan Klaten ini.

“Kami lakukan investigasi komparasi harga di beberapa toko tekstil di Solo dan hasilnya mengarah ke mark up harga”, ungkap Handrianto aktivis FORKAPI.

Hasil investigasi FORKAPI, seragam putih-biru dengan kualitas seperti yang digunakan siswa SMP di Klaten saat ini harganya 40 ribu per meter, demikian juga untuk seragam pramuka dan seragam batik.

Dengan asumsi kebutuhan seragam 4 stel @stel 2,75 m maka kebutuhan per siswa adalah  11 meter. Idealnya harga seragam adalah 440 ribu tapi di lapangan tiap siswa ditarik dana seragam rerata 705 ribu (ada yang 708 ribu, 705 ribu, red), sehingga ada selisih harga 265 ribu per siswa.

Jumlah siswa SMP ajaran baru 2016/2017 adalah 15.330 anak, terdiri dari 7920 laki-laki dan 7410 perempuan, jika dikalikan 265 ribu maka didapatkan angka 4,06 milyar.

“Angkanya cukup fantastis kan? 4 milyar lebih. Modusnya, oknum pejabat dinas pendidikan berinisial TH memberikan perintah lisan kepada para kepala sekolah SMP Negeri se Klaten untuk pengadaan seragam ini”, terang Handrianto.

Dihubungi terpisah, TH (28/09/2016) membantah temuan FORKAPI terkait markup harga seragam ini.

“Ndak pernah saya itu (memberi instruksi kepada kepala sekolah, red), tidak ada itu. Kan rekanan masuk sendiri ke sekolah-sekolah”, sangkalnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pedan, Suhardi, MM tidak mau memberikan komentarnya, pun pula Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prambanan Titin Windiyarsih juga sama sekali tidak mau dimintai klarifikasi. Sambungan telepon tidak dijawab, demikian juga pesan pendek tidak direspon sama sekali.

Baca: Andi Purnomo: Ada Keberatan dari Wali Murid?

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment