Kasus Pemukulan Aktivis Klaten

Buntut Kasus Pemukulan, Kapolres Klaten Hanya Dimutasi

Kapolres Klaten, AKBP Faizal, S.Ik., M.H. yang diduga melakukan pemukulan terhadap Sigit Pratomo, seorang aktivis penerapan dan penegakan hukum Klaten akhirnya resmi dimutasi (23/09/2016). Faizal memegang rekor Kapolres Klaten yang menduduki jabatan tersingkat, hanya dalam waktu 6 bulan.

Sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2325/IX/2016 tertanggal 23 September 2016 yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, M.SI., Faizal akan menempati jabatan barunya sebagai Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat.

Selanjutnya posisi Kapolres Klaten akan ditempati oleh AKBP Muhammad Darwis, S.Ik., M.Si. yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kapolres Bogor Kota.

Dihubungi eSKaHa, Faizal membenarkan adanya ST Kapolri terkait mutasi terhadap dirinya.

“Alhamdulillah mas, terimakasih doanya. Kami diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Wakapolres Metro Jakarta Barat”, ujarnya.

Lebih lanjut ia merasa bersyukur karena mendapatkan jabatan yang prestisius dengan menyebutnya sebagai “Jabatan JOB AKBP Mantap”.

Saat ditanya apakah mutasi ini terkait dengan dugaan kasus pemukulan terhadap Sigit, dengan diplomatis perwira menengah kelahiran Bugis Makassar ini menjawab.

“Alhamdulillah tipe polres naik mas, inshaAllah yang penting kerja dengan niat tanpa pamrih dan inshaAllah ibadah”, tandasnya.

Baca: Kapolres Klaten Diduga Aniaya Aktivis

Ketika eSKaHa menanyakan kesan-pesan untuk warga Klaten, pemilik NRP 75 ini menjawab singkat

“Warga Klaten jempol-jempol”, pungkasnya.

Sigit Pratomo, korban pemukulan mengaku heran dengan mutasi ini. Ia menyoal kenapa justru Faizal malah mendapatkan promosi di wilayah yang lebih bagus.

“Nanti setelah sidang kode etik akan terlihat posisi dia (Faizal, red) di mana mas. Sidang kode etik tetap akan digelar, mabes (Polri, red) sudah kontak dan minggu depan akan periksa anggota-anggota yang terlibat”, ungkap Sigit.

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment