Saat Mukidi Menghibur Kisdi Justru Meresahkan Masyarakat

Oknum Pegawai UP3AD Wonogiri Diduga Menipu

Oknum pegawai UP3AD Kabupaten Wonogiri, Kisdi (54 tahun) diduga menipu warga yang akan melakukan balik nama mobil miliknya. Kasus ini bermula sekira bulan Februari 2016 ketika Sumadi (56 tahun) berniat melakukan mutasi Mobil Daihatsu Xenia AD 88xx ZG dari Wonogiri ke Sukoharjo.

Kisdi yang berada di bagian front office UP3AD Wonogiri ini kemudian menawarkan jasa untuk mengurus balik nama dan mutasi tersebut. Untuk keperluan tersebut, Sumadi menyerahkan uang senilai 4 juta rupiah kepada Kisdi dan dijanjikan prosesnya selesai dalam waktu singkat.

“Saya menyerahkan uang 4 juta kepada Kisdi yang mengaku pegawai” jelasnya sambil menambahkan bahwa pencabutan berkas sudah dibayar oleh Sumadi sendiri.

Bulan Maret Sumadi menghubungi Kisdi menanyakan apakah proses balik nama sudah selesai dilakukan dan dijawab Kisdi untuk sabar menunggu. Selanjutnya, setiap kali ditanyakan perkembangan proses, Kisdi selalu beralasan, dan beralasan terus.

Ditemui eSKaHa, Kisdi mengakui bahwa ia sudah menerima uang senilai 4 juta rupiah dari Sumadi. Yang kemudian menjadi mengejutkan adalah bahwa uang tersebut sudah habis digunakan oleh Kisdi tapi proses balik nama belum dilakukan. Bahkan berkas balik nama juga sama sekali belum dimasukkan ke Samsat Sukoharjo.

“Uangnya saya gunakan untuk mbayar angsuran rumah” jawab Kisdi singkat.

Saat ditanya apakah kejadian ini juga dilakukan pada pihak lain, jawaban Kisdi sungguh mengejutkan.

“Iya, karena kondisi keuangan saya sedang kritis”,  Kisdi berusaha membenarkan laku tidak terpujinya tersebut.

eSKaHa berusaha meminta konfirmasi Kepala UP3AD Kabupaten Wonogiri, Sri Marjoko namun tidak berhasil menemui yang bersangkutan di kantornya (29/08/2016). eSKaHa kemudian ditemui oleh Wahyu Widodo, Kasie PPA yang mengkonfirmasi kebenaran informasi bahwa Kisdi memang menjadi salahsatu pegawai di kantor tersebut.

“Benar, dia (Kisdi, red) memang benar pegawai sini. Saat ini kondisinya memang sungguh memprihatinkan” terang Wahyu.

Selanjutnya Wahyu menceritakan bahwa Kisdi sudah tidak menerima gaji lagi karena dipotong banyak kewajiban angsuran dan bahkan sertifikat rumahnya juga dijaminkan ke developer rumah yang sekarang ditempati Kisdi sekarang. Wahyu kemudian memfasilitasi agar uang yang dibawa Kisdi bisa dikembalikan hari itu juga (29/08/2016) dan menjamin masalah bisa diselesaikan.

Sampai berita ini dimuat (31/08/2016), belum ada itikad baik dari Kisdi atau juga realisasi janji dari Wahyu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dihubungi via  ponsel, Wahyu tidak bersedia menerima panggilan dari eSKaHa.

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment