Derita Buruh Pancamas

Kisruh Pancamas, 3,8 Milyar Hak Buruh Belum Dibayar

Miftah, 48 tahun tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Sudah 3 bulan belum ada tanda-tanda Pihak Pancamas membayarkan gaji dan pesangon untuk karyawan yang nilainya cukup fantastis, sekira 3,8 Milyar. Akibatnya, nasib karyawan menjadi tidak jelas, terkatung-katung tanpa ada kepastian.

“Ada dua karyawan yang meninggal dengan status masih karyawan PT. Pancamas Jaya Prakasa tapi hak-haknya sama sekali belum terpenuhi”, ungkap Miftah.

“Ada juga karyawan yang sampai menderita stroke, mas”, Ujar Wahyono yang sempat menduduki jabatan Kabag Produksi di Pancamas Jaya Prakasa

Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, Martono menyayangkan kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo yang terkesan tidak memiliki inisiatif membantu menyelesaikan permasalahan ini.

“Sewaktu saya tanya mereka bilang hanya sebatas sebagai mediator, harusnya jadi fasilitator”, jelasnya kepada eSKaHa.

Dihubungi via telepon, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hanya berkomentar singkat,

“Laporkan ke Pengawas tenaga kerja di Sukoharjo”.

Faktanya sudah ada 4 kali pertemuan antara karyawan dengan Pihak Direksi PT. Pancamas dan direksi menjanjikan untuk membayar hak karyawan pada 14 Mei 2016. Tapi janji itu tidak segera direalisasikan, justru berkembang informasi bahwa aset tanah dan bangunan telah dilelang oleh BNI Semarang senilai 22,5 Milyar.

Miftah menyoal BNI Semarang yang telah melelang aset perusahaan kepada Pihak ketiga tanpa mengajak dialog dengan pihak karyawan.

Harusnya ini mejadi domain Badan Lelang Negara, kenapa BNI mendahului?” katanya kesal.

Herman Bregas, Kuasa Hukum PT. Pancamas Jaya Prakasa yang dihubungi eSKaHa via telepon tidak bersedia menjelaskan apa pun dan hanya berjanji akan menghubungi eSKaHa 2 jam lagi. Kenyataannya sampai berita ini dimuat Herman Bregas belum menghubungi untuk memberikan klarifikasi.

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment