Buruh Menuntut Hak

Pancamas Gulung Tikar Karyawan Dicangar

Pancamas Gulung Tikar? Sudah lama mas, dari dua tahun lalu,” jelas penjual angkringan di sekitar PT. Pancamas Jaya Prakasa yang tidak mau disebutkan namanya.

Memang benar adanya, sudah dua tahun ini, karyawan PT. Pancamas Jaya Prakasa bekerja tanpa ada kepastian dari pihak perusahaan. Tidak ada PHK tapi seakan karyawan dibuat menggantung tanpa ada kejelasan, sebagian dari mereka sudah keluar karena tidak tahan dengan keadaan ini.

“Itu kondisi yang sengaja dibuat oleh perusahaan supaya karyawan keluar atas kemauan sendiri sehingga perusahaan tidak usah keluar uang pesangon”, tegas Sunarwan, salahsatu karyawan dihubungi eSKaHa di pabrik rokok berskala nasional yang berada di wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo ini (25/04/2016).

“Perusahaan tidak punya itikat baik, dulu waktu diagendakan pertemuan karyawan dengan pihak direksi, Johan Prakasa tidak mau menunjukkan batang hidungnya,” ungkap Eko, karyawan bagian Cigaret.

Minimnya tanggung jawab perusahaan pada karyawan juga terlihat dari bagaimana karyawan dirumahkan dengan hanya memberi separuh dari upah karyawan. Padahal kalau mengacu pada Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1998, seharusnya dalam masa menunggu PHK, ketika karyawan dirumahkan harus tetap menerima gaji secara utuh.

“Itu saja upah dari bulan November 2015 sampai Maret 2016 belum dibayarkan,” sambung Sunarwan.

Hal yang agak janggal, justru Ketua SPSI PT. PJP, Suwandi sulit ditemui, bahkan saat eSKaHa menghubungi Suwandi melalui ponselnya, justru terdengar suara perempuan yang mengaku sebagai istrinya.

“Pak Suwandi lagi keluar rumah gak bawa handphone,” jawabnya kepada eSKaHa.

Beberapa karyawan bahkan sangat berharap dalam jangka waktu dekat ini gaji yang belum terbayarkan segera dibayar.

“Melihat realita Pancamas gulung tikar ini, teman-teman minta, dekat waktu setidaknya gaji yang belum dibayar itu diselesaikan dulu,” tutur Donatus, HRD PT. PJP.

Pantauan eSKaHa di PT. Pancamas Jaya Prakasa, memang ada sekumpulan karyawan staff dan satpam yang mangkal tapi sama sekali sudah tidak ada aktivitas produksi, dan yang lebih pasti tidak ada satu pun direksi yang berkantor di situ atau bisa ditemui untuk dimintai konfirmasi.

 

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment