Korupsi Kepala Desa

Kades Bohong Soal Pabrik Pakan Ternak

Sinyalemen ketidakberesan pengelolaan Dana CSR PT. Dion Farma Abadi senilai 100 juta rupiah yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Kemudo, Prambanan, Klaten, Hermawan Kristanto semakin terbukti kebenarannya. Dana CSR tersebut memang tidak masuk ke rekening desa melainkan dibawa oleh kepala desa.

Baca: Oknum Kades di Klaten Gelapkan Dana CSR Ratusan Juta?

“Pihak DFA membenarkan dan uangnya dibawa Pak Lurah”, terang Sudarso saat dihubungi eSKaHa (13/04/2016).

Berdasarkan keterangan Sudarso, uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik pakan ternak yang membutuhkan dana 150 juta rupiah.

Faktanya, dalam salinan RAPBDes Kemudo Tahun Anggaran 2016, nominal yang dicantumkan bukan 150 juta rupiah melainkan 100 juta rupiah. (lihat gambar, red).

Patut diduga, ketika memberikan konfirmasi kepada Sudarso, Hermawan hanya sekedar ingin meredam gejolak masyarakat jika mengetahui kondisi sebenarnya dari dana CSR PT. DFA tersebut.

Dengan memberikan keterangan bahwa dana untuk pembuatan pabrik pupuk pakan ternak adalah 150 juta rupiah, cukup untuk menghentikan langkah Sudarso dan Joko Sumanto untuk lebih jauh menanyakan kejelasan dana tersebut karena untuk berdirinya pabrik masih harus menunggu kekurangan dana yang 50 juta.

Kepala Dusun III, Wardiyanto yang membawahi wilayah yang ditempati PT. DFA memberikan tanggapan aneh atas ketidakberesan penggunaan dana CSR ini.

“Iya mas saya tahu ada dana CSR 100 juta dari DFA, tapi saya gak begitu paham penggunaannya”, jawab Wardiyanto (14/04/2016).

Bagaimana mungkin seorang Kadus yang membawahi wilayah, ada aliran dana sebesar itu tidak mengetahui penggunaan dana tersebut? Lebih aneh lagi saat ditanya apakah sudah mengetahui RAPBDes 2016 yang mencantumkan angka 100 juta untuk pembangunan pabrik pakan ternak berasal dari dana CSR PT DFA, Kadus III menjawab seperti orang ketakutan.

“Saya tidak tahu RAPBDes mas, maaf maaf maaf nggih“, jawabnya mengakhiri percakapan dengan eSKaHa.

Untuk validasi salinan RAPBDes Kemudo 2016, eSKaHa berusaha meminta konfirmasi kepada Ketua BPD Kemudo, Eko Wibowo, 3 kali sambungan telepon eSKaHa tidak diangkat oleh yang bersangkutan.

Wakil Ketua BPD Kemudo, Maryono juga tidak bisa dihubungi, ponselnya tidak aktif setelah sempat ada nada sambung sekali.

Facebook Comments

Related Posts

No Responses

Add Comment