Korupsi Kepala Desa

Oknum Kades di Klaten Gelapkan Dana CSR Ratusan Juta?

Kepala Desa Kemudo, Prambanan, Klaten, Hermawan Kristanto diduga menggelapkan dana CSR Tahun 2013 dari PT. Dion Farma Abadi senilai 100 juta rupiah. Dari penelusuran eSKaHa didapatkan informasi bahwa dana CSR tersebut sampai tahun 2016 ini belum ada realisasi-nya.

Sudarso, tokoh masyarakat Kemudo membenarkan bahwa pada tahun 2015 dirinya bersama Ketua RW. 10, Joko Sumanto pernah meminta klarifikasi benar-tidaknya ada Dana CSR senilai 100 juta rupiah dari PT. Dion Farma Abadi.

“Pihak DFA membenarkan dan uangnya dibawa Pak Lurah”, terang Sudarso saat dihubungi eSKaHa (13/04/2016).

Sudarso kemudian meminta penjelasan kepada Hermawan dan terkonfirmasi bahwa uang 100 juta dibawa oleh Hermawan.

Saat ditanya terkait CSR yang merupakan bantuan dari pihak ketiga ada dalam nomenklatur APBDes dan seharusnya masuk rekening desa, Sudarso hanya menjawab tidak mengetahui akan hal tersebut.

“Saya tidak tahu, Pak Lurah hanya mengatakan bahwa uang 100 juta tersebut akan digunakan untuk pembangunan pakan ternak yang diperkirakan menghabiskan anggaran 150 juta, jadi nunggu kekurangan yang 50 juta”, papar Ketua BUMDes Kemudo ini.

Sumber terpercaya eSKaHa dari pihak DFA yang tidak mau disebutkan namanya menganggap lucu pernyataan Hermawan yang menunggu kekurangan dana 50 juta baru pabrik pakan ternak dijalankan.

“Dulu kesepakatan 100 juta itu kan sudah dihitung peruntukannya, kenapa tau-tau bertambah, ini sekedar kilah, uangnya paling sudah habis”, terangnya sembari menjelaskan bahwa kondisi keuangan Hermawan memang sedang morat-marit tidak jelas.

Baca: Kades Bohong Soal Pabrik Pakan Ternak

Hermawan Kristanto belum bisa dimintai konfirmasi sampai berita ini dimuat. Ada nada sambung dalam sambungan telepon eSKaHa namun tidak diangkat oleh yang bersangkutan.

Facebook Comments

Related Posts

No Responses

Add Comment