Tukino Dikorbankan

5 Kejanggalan Kasus Fiducia Tukino

Penangkapan Tukino yang dilanjutkan dengan penahanan masih menyisakan kedukaan dan penderitaan luar biasa bagi keluarga.

Samikem, istri Tukino yang terbiasa mengandalkan suaminya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari akhirnya memulung klika (sisa pasahan kayu) dan menjualnya untuk bertahan hidup.

“Bahkan saya ikut mbabu (jadi pembantu, red) di rumah tetangga saya, mas“, ujarnya ditemui eSKaHa di rumahnya, Tepisari, Polokarto, Sukoharjo (09/12/2015).

Slamet (38 th) adik Tukino menganggap penangkapan dan penahanan kakaknya janggal dan bermuatan jebakan. “Janjinya Arjuna (Arjuna Finance) itu membicarakan penyelesaian, lha kok Mas Tukino malah ditangkap”, ujar Slamet kepada eSKaHa (07/12/2015).

Berdasarkan informasi yang dihimpun eSKaHa, ada 5 (lima) kejanggalan terkait penangkapan dan penahanan Tukino:

  1. Di atas kertas memang Tukino adalah pemberi Fiducia, kenyataannya namanya hanya digunakan oleh Yusuf alias Wiryo untuk kredit truk yang jadi sumber masalah ini. Hal ini sudah diamini oleh Yusuf alias Wiryo waktu dimintai konformasi oleh eSKaHa (09/12/2015).
  2. Pertemuan di rumah makan SFA Sragen disepakati untuk mencari penyelesaian masalah kredit truk antara Tukino dengan Arjuna Finance. Faktanya, Krisyanto (collector Arjuna Finance) justru mengajak anggota polisi Polsek Kota Sragen yang kemudian melakukan penangkapan pada Tukino
  3. Kalau sangkaan terhadap Tukino adalah pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 yang ancaman hukuman maksimalnya adalah 2 tahun, Tukino sebenarnya tidak harus ditahan.
  4. Jika sangkaan terhadap Tukino adalah pasal 372 KUHP tentang penggelapan, unit truk yang menjadi obyek jaminan fiducia sampai saat ini belum diketemukan. Semestinya Jumbadi sebagai perantara digadaikannya unit truk kepada Mardi alias Ledhog bisa dikenakan pasal 55 KUHP dan Mardi alias Ledhog dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadah. Faktanya Jumbadi tidak ditahan dan Mardi alias Ledhog sempat ditahan 1 hari kemudian dilepaskan lagi oleh Polsek Kota Sragen.
  5. Begitu tercium media (08/12/2015), Krisyanto (collector) menemui Slamet dan mengatakan bahwa unit sudah ditemukan di Kalimantan dan harus ditebus 50 juta, angka yang sama yang diminta Mardi alias Ledhog kepada Tukino untuk menebus unit truk, padahal Tukino menggadaikan kepada Mardi Alias Ledhog hanya 15 juta. Hal yang sama diulangi oleh Krisyanto dengan pesan pendek kepada Slamet yang intinya unit truk sudah ditemukan di Kalimantan dan minta tebusan 50 juta (09/12/2015).

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa Tukino dikorbankan dan dibuat figur (10/12/2015). Di lingkungan tahanan LP Sragen, Tukino juga mendengar bahwa ia hanya akan dibuat “figur” supaya orang tidak main-main ketika kredit dengan Arjuna Finance.

“Kami kehilangan 50 juta gak apa-apa, asal bisa memenjarakan orang”, ucap Tukino menirukan ujaran Krisyanto waktu di Polsek Kota Sragen sebelum ia dipindahkan ke LP Sragen.

Facebook Comments

Related Posts

Add Comment